Sabun Aleppo

Berawal dari ketika dulu saya terkena eksim ditangan, sekitar pertengahan tahun 2020, saya mulai merubah semua produk perawatan tubuh, dari hand and bodycream, sabun dan shampoo sampai skincare. Prosesnya juga lumayan panjang, penuh dilema dan tangis. Dari mencoba satu produk ke produk yang lain. Dan tidak hanya itu, untuk mendapatkan produk yang tepat saya harus merogoh kocek yang paling dalam. 

Banyak produk perawatan tubuh sudah saya coba, dari yang murah sampai yang mahal. Inilah yang menjadi dilema, karena produk perawatan tubuh yang cocok dikulit saya kebanyakan dari produk yang harganya untuk saya pribadi lumayan mahal! Meski tidak semua yang mahal cocok untuk saya, tapi kebanyakan! Contoh dari produk Cetaphil itchy control untuk handwash dan handcreamnya, awal-awal saya pakai produk ini, itu pun setelah berkelana dengan percobaan berbagai macam handcream. Dari Dermatologist sempat memberi saya tester cream dari Dermasence Adtop-serie nya, dan alhamdulillah saya cocok, sampai sekarang pun saya masih memakai produknya, terutama hand and body creamnya. Dan lagi-lagi..., harganya lumayan mahal. 

Pada akhirnya saya mencoba beralih ke natur produk. Setelah saya mencoba beberapa sabun dari natur produk yang aman untuk kulit, saya memutuskan untuk menggunakan sabun aleppo (sabun gahr) yang berasal dari Suriah (Syria). Sabun Aleppo merupakan sabun tradisional batangan terbuat dari campuran minyak zaitun, minyak laurel (minyak daun salam) dan air alkali. Saya memakai sabun aleppo sampai sekarang, belum bisa move on dari sabun ini, meski kadang juga pernah pakai dari merk lain tapi tetap dari natur produk.  

Oh ya, kebetulan hari ini saya ke kota untuk membeli sabun aleppo ini, dan ternyata lagi ada promo potongan harga sampai 30%, mungkin saya akan kembali lagi untuk membeli lebih banyak sabun ini untuk stok dirumah. 

Sebenarnya tidak hanya produk perawatan tubuh yang ganti, tapi saya juga berusaha merubah gaya hidup dan pola makan. Sementara saya masih berusaha untuk gaya hidup dengan makanan real food, meski ada juga yang menyarankan untuk melakukan Carnivor diet, tapi saya belum mampu, secara makan daging merah saja habisnya bisa berjam-jam. 

Dulu saya sempat bersedih, tapi kemudian saya pasrah dan ikhlas menerima dengan kondisi saya. Dan Allah maha kuasa atas segala ciptaanNya, pasti akan memampukan dan memudahkan hambaNya yang berusaha menjaga kesehatan badannya. 

 Salam sehat!! 

Comments

Popular Posts